Tugas Malaikat Munkar dan Nakir

 

Malaikat merupakan makhluk Allah SWT yang sangat taat kepada-Nya. Salah satu malaikat Allah SWT yang wajib kita ketahui dan yakini adalah Malaikat Munkar dan Nakir. Malaikat Munkar dan Nakir bertugas memberikan pertanyaan selama hidupnya di alam kubur. Sebagai seorang muslim wajib hukumnya mengimani bahwa nanti di Alam Kubur ada beberapa pertanyaan dari dua malaikat Munkar dan Nakir. Manusia adalah makhluk Allah SWT yang terbuat dari suatu saripati tanah. Setelah meninggal setiap manusia akan kembali ke tempat asalnya, artinya setiap orang akan dikuburkan ke dalam tanah dan berada di alam yang akan menjadi penghubung antara dunia dan akhirat, yaitu Alam kubur atau alam Barzakh.

Setelah meninggal, setiap manusia akan bertemu dengan malaikat Munkar dan Nakir di alam kubur. malaikat Munkar dan Nakir akan memberikan pertanyaan-pertanyaan tentang ketuhanan, kenabian dan beberapa hal penting lainnya kepada setiap manusia yang sudah meninggal. Kedua malaikat tersebut akan menyakan beberapa pertanyaan, yaitu “ man rabbuka? (siapakah tuhan mu?)”, “ Man nabiyyuka? (siapakah nabimu ?)”, “Ma dinuka? (apa agama mu?)”, jawaban dari pertanyaan tersebut adalah Tuhanku adalah Allah SWT, nabiku adalah Muhammad SAW dan agamaku adalah Islam. Jika si mayit bisa menjawab tiga pertanyaan pokok malaikat Munkar dan Nakir maka diberikan keluasan dan keterangan di Alam Barzakh sampai hari Kebangkitan. Namun, jika si mayit tidak bisa menjawab pertanyaan mereka akan disiksa dalam kubur sampai hari Kebangkitan. Saat menjawab pertanyaan dari kedua malaikat tersebut tidak semudah yang kita bayangkan. Bahwasanya setiap ruh akan menjawab sesuai bekal amal ibadah dan keimanan selama hidupnya tidak menuruti ucapan ego si mayit. Selain itu setan-setan akan senantiasa mengganggu setiap ruh ketika akan menjawab pertanyaan. Ada pendapat mengatakan bahwa malaikat Munkar dan Nakir akan memberi pertanyaan menggunakan bahasa arab. Menurut hadist Rasulullah SAW yang menyebutkan “ cintailah Arab karena tiga hal, pertama karena aku orang arab, Al-Qur’an bahasa arab, dan penduduk surga menggunakan bahasa arab”. Sedangkan menurut Syekh M Nawawi Al-Bantani dalam Syarah Nuruz Zhalam ala Aqidatil Awam mengatakan bahwa kedua malaikat yang bertugas di alam kubur itu akan menggunakan bahasa yang digunakan sehari-hari oleh ahli kubur tersebut seketika hidup di alam dunia.

ويسألان كل إنسان بلغته ويقولان له من ربك وما دينك ومن نبيك وما قبلتك ومن إخوتك وما إمامك وما منهاجك وما عملك

artinya: “Keduanya (malaikat Munkar dan Nakir) bertanya kepada setiap ahli kubur dengan bahasa yang bersangkutan. Keduanya bertanya, “Siapa tuhanmu?, Apa agamamu?, Siapa nabimu?, Apa kiblatmu?, Siapa saudaramu?, Apa imammu?, Apa jalan hidupmu?, Apa amalmu?”.

Namun konon katanya Malaikat Munkar dan Nakir tidak hanya memberikan tiga pertanyaan diatas yang sudah disebutkan tadi. Tiga pertanyaan tersebut adalah pertanyaan pokok malaikat dalam pendapat lain mengatakan tiga pertanyaan tersebut diikuti dengan pertanyaan lainnya, yaitu “Ma kitabuka ?(apa kitab mu?)”, “Aina qiblatuka? (Dimana kiblat mu ?)”, “Man ikhwanuka ?(siapa saudara mu?)”. jawaban dari pertanyaan di atas adalah Al-Qur’an adalah kitabku, Ka’bah adalah kiblatku dan orang-orang mukmin adalah saudaraku. Pendapat mengatakan bahwa pertayaan tersebut adalah bocoran dari Nabi Muhammad SAW dalam salah satu hadistnya, walaupum Rasulullah SAW sudah membocorkan beberapa pertanyaan Malaikat Munkar dan Nakir tidak semua manusia bisa menjawabnya dengan mudah.

5 Nabi Ulul Azmi Beserta Mukjizatnya

nabi dan rasul ulul azmi

Dalam Al-Quran para Nabi dan Rasul yang dipilih oleh Allah SWT jumlahnya adalah 25 orang. mereka diutus oleh Allah untuk menyampaikan kebenaran dan membimbing umatnya untuk tetap berada di jalan yang benar. Para Nabi dan Rasul mempunyai cerita masing-masing dalam menegakkan ajaran tauhid. Umumnya umat muslim mengenal Nabi dan Rasul berjumlah 25 orang. Namun, sebenernya jumlah mereka lebih dari itu. selanjutnya diantara mereka terdapat 5 Rasul yang disebut dengan Ulul Azmi.

Ulul berasal dari kata ulu yang artinya memiliki, sedangkan azam artinya keteguhan hati. Maka sebutan ulul azmi merupakan sebutan untuk para Nabi dan Rasul yang memiliki keteguhan hati, ketabahan hati yang luar biasa, teguh pendiriannya, dan kesabaran yang tak terbatas meskipun cobaan dari orang-orang kafir datang kepada mereka. Namun, mereka (ulul Azmi) tetap teguh dan senantiasa bertawakal dalam menyampaikan ilmu tauhid kepada umatnya. 5 Nabi yang diberi gelar Ulul Azmi adalah sebagai berikut:

  1. Nabi Nuh AS

Nabi Nuh AS mendapatkan gelar Ulul Azmi karena beliau memiliki sifat yang sangat sabar dalam menegakkan agama Allah SWT. Mukjizat yang didapatkan Nabi Nuh adalah keselamatan dirinya dan umatnya yang mau mengikuti ajaran beliau dari azab Allah, yaitu banjir bandang yang terjadi atas kehendak Allah SWT.  Saat banjir terjadi mereka berhasil selamat karena berada di perahu besar yang sebelumnya di buat oleh Nabi Nuh atas perintah Allah SWT.

  1. Nabi Ibrahim AS

Nabi Ibrahim hidup pada masa Raja Namrud dimana pada masa itu orang-orang menyembah patung atau berhala termasuk ayahnya sendiri yang memang seorang pembuat patung. Untuk menyadarkan umatnya beliau menghancurkan berhala-berhala itu agar seluruh masyarakat tidak menyembah berhala lagi. Rencananya itu membuat Raja Namrud murka dan menyuruh para prajuritnya untuk menangkap dan membakar Nabi Ibrahim. Namun, setelah api menyala, Nabi Ibrahim tidak terbakar dan tidak terluka sedikitpun. Itu semua terjadi atas kehendak Alla SWT. itulah mukjizat Nabi Ibrahim, beliau selamat dari api yang membara.

  1. Nabi Musa AS

Nabi Musa AS mendapatkan gelar ulul Azmi karena ketabahannya dalam menuntun umatnya ke jalan yang benar. Ketika itu Nabi Musa hidup di Masa kerajaan Fir’aun. Dimana ia mengaku sebagai Tuhan. Fir’aun sangat menentang Nabi Musa hingga suatu hari, ketika Nabi Musa menyelamatkan umatnya dari kekejam Fir’aun. Beliau diberi mukjizat berupa tongkat yang bisa berubah menjadi ular dan membelah lautan untuk beliau lewati menyelematkan diri dari kejaran Fir’aun bersama umatnya. Sementara Fri’aun bersama pengikutnya ditenggelamkan di lautan itu. Tentunya semua terjadi karena atas ijin Allah SWT.

  1. Nabi Isa AS

Pada masa Nabi Isa banyak sekali orang yang tidak percaya adanya Allah SWT. karena kesabarannya dalam menyebarkan dakwah beliau diberi gelar ulul Azmi. Mukjizat yang didapatkannya adalah Nabi Isa bisa menyembuhkan orang buta dan menghidupkan kembali orang yang sudah meninggal. dan juga beliau diberi mukjizat kitab Injil.

  1. Nabi Muhammad SAW

Nabi Muhammad yang menjadi Nabi terakhir juga diberi gelar Ulul Azmi karena kesabarannya dalam menghadapi berbagai cobaan ketika mengajarkan ajaran Allah SWT. ketika berdahwah banyak sekali ancaman yang datang pada dirinya. Karena perjuangannya yang sangat menjunjung tinggi ajaran Allah, beliau diberikan mukjzat yang sangat nyata hingga sekarang yaitu kitab suci Al-Qur’an.

Baca Juga : 4 Malaikat Allah yang Mendatangi Orang Sakit

Nah, demikian 5 Rasul Allah yang diberikan gelar Ulul Azmi. Merekalah Rasul-rasul yang paling sabar, semoga kita sebagai umat muslim dilimpahkan kesabaran seperti mereka dalam menjalankan perintah Allah SWT.

4 Malaikat Allah yang Mendatangi Orang Sakit

orang sakit iman dan malaikatSebagai makhluk Allah SWT ada kalanya kita merasakan sakit. Namun tahukan kalian ada hikmah dibalik rasa sakit yang diberikan oleh Allah SWT. Sebenernya rasa sakit itu adalah bentuk kasih sayang Allah kepada kita sebagai hambanya. Ketika kita sakit haruslah kita mensyukurinya karena itu bukti kasih sayang Allah pada kita. Allah SWT mengutus 4 malaikat-Nya untuk menjaga kita yang sedang sakit.

Rasulullah SAW bersabda: “Apabila seorang hamba yang beriman menderita sakit, maka Allah memerintahkan kepada para malaikat agar menulis perbuatan yang terbaik yang dikerjakan hamba mukmin itu pada saat sehat dan pada saat waktu senangnya.”Ujaran Rasulullah SAW tersebut diriwayatkan oleh Abu Umamah al Bahili. Dalam hadist yang lain Rasulullah bersabda: “Apabila seorang hamba mukmin sakit, maka Allah mengutus empat malaikat untuk datang padanya.” Ketika sorang mukmin sedang sakit, Allah Subhanahu Wata’ala mengutus 4 malaikat yang masing-masing diberi tugas yang berbeda, diantaranya adalah:

  1. Malaikat pertama untuk mencabut kekuataan dalam raga

Malaikat pertama ini diperintahkan Allah untuk mencabut kekuatannya sehingga hambanya ini menjadi lemah tak berdaya.

  1. Malaikat kedua untuk mencabut kelezatan rasa

Malaikat kedua ini diperintahkan Allah dan ditugaskan untuk mengambil rasa lezatnya makanan dari mulutnya, sehingga seenak apapun sebenernya makanan itu akan terasa pahit saat masuk ke dalam mulut kita.

  1. Malaikat ketiga untuk mencabut kecerahan wajah

Malaikat ketiga ditugaskan oleh Allah untuk mengambil cahaya terang di wajahnya sehingga berubahlah wajah seseorang yang sedang sakit menjadi pucat.

  1. Malaikat keempat untuk mencabut semua dosa

Malaikat keempat diperintahkan Allah ntuk mengambil semua dosa yangt telah dilakukan, maka orang yang sakit akan berubah menjadi suci dari dosa.

Baca Juga : 3 Teori Sejarah Masuknya Islam Di Indonesia

Dan ketika seorang hamba Allah yang sakit akan disembuhkan-Nya maka keempat malaikat tersebut akan diperintahkan kembali untuk segera mengembalikan kekuatan dalam raga, kelezatan rasa, kecerahan wajah, namun malaikat yang ditugaskan untuk mencabut semua dosa tidak diperintahkan oleh Allah untuk mengembalikannya.  Seketika itu malaikat yang keempat ini bersujud dan bertanya kepada Allah SWT.

“Ya Allah, mengapa Engkau tidak perintahkan aku untuk mengembalikan dosa-dosa ini kepada hambamu?”

Dan Allah menjawab “Tidak baik bagi kemuliaan-Ku jika Aku mengembalikan dosa-dosa hamba-Ku setelah Aku menyulitkannya ketika sakit”

Malaikat kembali bertanya “Kemanakah dosa-dosa ini harus aku simpan, Ya Rabb?” Dan Allah memerintahkan kepada malaikat tersebut untuk membuangnya ke dalam lautan.

Dengan ini, maka kelak si sakit itu berangkat ke alam akhirat dan keluar dari dunia dalam keadaan suci dari dosa sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “Sakit panas dalam sehari semalam, dapat menghilangkan dosa selama setahun.”

“Tiada seorang mu’min yang ditimpa oleh lelah atau pe­nyakit, atau risau pikiran atau sedih hati, sampaipun jika terkena duri, melainkan semua penderitaan itu akan di­jadikan penebus dosanya oleh Allah,” (HR Bukhari-Muslim).

“Jika sakit seorang hamba hingga tiga hari, maka keluar dari dosa-dosanya sebagaimana keadaannya ketika baru lahir dari kandungan ibunya,” (HR Ath-Thabarani).

“Penyakit panas itu menjaga tiap mu’min dari neraka, dan panas semalam cukup dapat menebus dosa setahun,” (HR Al-Qadha’i).

Oleh karena itulah kita selayaknya hamba Allah yang beriman besyukurlah saat mendapatkan sakit karena sebenarnya tidak ada alasan untuk sedih dan mengeluh saat kita sedang dilanda sakit, karena sebenarnya itulah salah satu bentuk kasih sayang Allah SWT pada kita.