Tujuan Menikah Menurut Islam

 

Dalam Islam, menikah disebut sebagai amalan yang menyempurnakan separuh agama. Dengan melakukan pernikahan seseorang akan mendapatkan mafaat dalam kehidupannya terutama dalam melindungi mertabat manusia. Hal ini juga dijelaskan dalam ayat-ayat Al-Qur’an. Dengan menikah ia dapat melindungi dirinya dari dosa kemaksiatan. Laki-laki dan perempuan yang saling mencintai berharap dapat dipersatukan ke jenjang pernikahan. Tujuan menikah bukan hanya sekedar melaksanakan sunnah rasul, ada beberapa tujuan dari melakukan  pernikahan di dalam Syariat Islam. Dibawah ini akan diulas tujuan menikah diantaranya adalah sebagai berikut :

  1. Melakasanakan sunah rasul

Tujuan utama menikah adalah untuk melaksanakan sunah rasul. Sebagai seorang musim yang beriman kita mempunyai panutan dan teladan dalam menjalankan kehidupan sehari-hari yaitu Nabi Muhammad SAW.  Dengan menikah berarti kita sudah menjalankan sunnah Rasulullah.

  1. Menjaga diri dari perbuatan maksiat

Tujuan menikah selanjutnya adalah menajaga diri dari perbuatan yang dibenci oleh Allah SWT yaitu kemaksiatan. Jaman sekarang anak muda menjalin hubungan dengan berpacaran, padahal berpacaran dapat menimbulkan nafsu antara keduanya.

  1. Mendapatkan keturunan

Selanjutnya tujuan menikah adalah mendapatkan keturunan. Dijelaskan dalam Al-Qur’an pada surat An-Nahl ayat 72 yang artinya : “Allah menjadikan kamu isteri-isteri dari jenis kamu sendiri dan menjadikan bagimu isteri-isteri kamu itu, anak-anak dan cucu-cucu, dan memberimu rezeki yang baik. Maka mengapakah mereka beriman kepada yang bathil dan mengingkari nikmat Allah?”.

Dengan menikah berarti sudah melestarikan dan memperluas garis keturunan putra-putra Nabi Adam AS. Dalam pernikahan bukan sekedar untuk mendapatkan anak, tetapi untuk mendidik anak agar menjadi anak yang sholeh dan sholehah, berakhlak dan selalu menjalankan perintah Allah SWT.

  1. Membangun generasi yang beriman

Dengan Islam, membangun rumah tangga berarti membangun generasi muslim yang beriman supaya tidak terjadi kepunahan. Hal ini pun dijelaskan dalam surat Al-Thur ayat 21 yang artinya :

Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya”.

  1. Mendapatkan kenyamanan

Tidak hanya karena sunnah rasul orang-orang melakukan pernikahan. Tujuan menikah juga untuk diri senditi yaitu mendapatkan kenyamanan dan kedamaian di dunia. Hal ini pun dijelaskan dalam Al-Qur’an pada surat Ar-Rum ayat 21 yang artinya : “Dan di antara ayat-ayat-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu merasa nyaman kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu mawadah dan rahmah. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir”.

  1. Menjadi pasangan yang bertakwa

Tujuan menikah dalam Islam adalah menjadi pasangan yang bertakwa. Dengan menikah mampu menjadikan insan bertakqa yang akan memperjuangkan nilai-nilai kebaikan bersama. Dengan menikah akan mendapatkan keturunan yan dan menciptakan ketenangan lahir dan batin. Doa untuk menggambarkan setiap pasangan ingin memiliki keluarga yang diharapkan ada pada surat Al-Furqon ayat 74 yang artinya : “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa”.

Demikian beberapa tujuan untuk melaksanakan ibadah menikah. Selain itu dengan cara menikah seseorang dapat meminta pertolongan kepada keturunannya yaitu kepada anaknya. Pasalnya seorang anak yang soleh dapat memberikan syafaat untuk orang tuanya yang sudah meininggal.

 

25 Nama-nama Nabi yang Wajib Kita Ketahui

Nabi ” Utusan Allah

Nabi berasal dari bahasa arab yaitu Naba yang berarti “tinggi”. Nabi adalah seseorang yang mendapatkan wahyu dari Allah SWT untuk dirinya sendiri  dan diperintahkan untuk menyampaikan kepada umatnya. Nabi dan Rasul merupakan suri tauladan bagi umat Islam. Semua perilakunya patut dicontoh oleh manusia dalam kehidupan di dunia. Masing-masing nabi dan rasul memiliki ceritanya masing-masing dalam mengajarkan imu tauhid kepada umatnya. Sebagai manusia yang terpilih oleh Allah SWT, para Nabi dan Rasul memiliki sifat yang sangat mulia mereka diutus untuk menuntun umatnya ke jalan yang benar. Dimana hanya Allah, Tuhan Yang Maha Esa yang harus disembah. Dibawah ini, nama-nama 25 Nabi yang wajib diketahui oleh umat Islam, diantaranya adalah sebagai berikut :

  1. Nabi adam AS

Adam merupakan nabi pertama serta khalifah pertama yang diciptkan dari saripati tanah oleh Allah SWT. manjadi khalifah pertama di bumi adalah salah satu mukjizat yang diberikan oleh Allah.

  1. Nabi idris AS

Idris merupakan keturunan keenam Nabi Adam AS, beliau terkenal karena kecerdasannya. Salah satu mukjizatnya adalah pernah merasakan sakaratul maut dan dihidupkan kembali oleh Allah SWT.

  1. Nabi Nuh AS

Nabi Nuh adalah salah satu nabi yang mendapatkan gelar Ulul Azmi. Mukjizat yang beliau dapat adalah menyelamkan diri serta pengikutnya dari banjir bandang di sebuah bahtera yang beliau buat sebelumnya atas perintah Allah.

  1. Nabi Hud AS

Nabi Hud diutus oleh Allah untuk mengajak kaum Aad menyembah Allah. Mukjizat yang diperolehnya adalah mampu menurunkan hujan pada saat kaum Aad dilanda kekeringan. Beliau lakukan itu semua atas izin Allah semata.

  1. Nabi Shaleh AS

Nabi Shaleh diutus Allah ke kaum Tsamud. Dimana kaum tersebut murupakan keturunan dari kaum Aad. Mukjizat yang beliau peroleh salah satunya adalah memunculkan unta betina yang hamil 10 bulan dari celah batu.

  1. Nabi Ibrahim AS

Nabi ibrahim disebut “bapak para nabi”. Beliau juga merupakan salah satu dari Nabi yang diberi gelar Ulul Azmi. Salah satu mukjizat yang beliau peroleh adalah ketika hendak dibunuh dengan cara dibakar oleh raja Namrud beliau tidak terbakar dan tdak terluka sedikitpun.

  1. Nabi Luth AS

Nabi Luth diutus Allah SWT untuk kaum Sodom dan Gomarroh yang memiliki perilaku seks sesama jenis.  Beliau berdakwah pada kaum tersebut namun mereka menentang akirnya mereka mengusir Nabi Luth dan Allah berikan azab berupa bencana gempa bumi dan angin kencang.

  1. Nabi Ismail AS

Nabi Ismail adalah anak dari Nabi Ibrahim yang disembelih oleh Ibrahim sendiri. Namun atas kehendak Allah ketika akan disembelih Nabi Ismil berubah menjadi kambing. Akhirnya kejadian itu menjadi awal mula qurban pada hari raya Idul Adha.

  1. Nabi Ishaq AS

Nabi Ishaq adalah anak kedua nabi Ibrahim dari ibu yang berbeda. Dalam al- Qur’an disebutkan bahwa beliau adalah hamba yang memiliki ilmu dan akhlak yang baik.

  1. Nabi Yakqub AS

Nabi Yakqum merupakan anak dari Nabi Ishaq. Beliau digambarkan memiliki karakter yang kuat dan keimannya yang luar biasa kepada Allah.

  1. Nabi Yusuf AS

Nabi Yusuf merupakan putr dari Nabi Yakqub. Mukjizat yang dimilikinya adalah mampu menafsirkan mimpi.

  1. Nabi Ayub AS

Nabi Ayub adalah nabi yang memiliki kesabaran yang luar biasa. Mukjizat yang dimiliknya adalah mampu mengeluarkan air dan tanah yang bisa menyembuhkan penyakit.

  1. Nabi Syuaib

Nabi Syuaib diutus Allah pada Kaum Madyan, kaum yang suka melanggar perintah Allah. Akhirnya Allah SWT memberikan azab berupa badai panas, awan hitam serta gempa bumi.

  1. Nabi Musa AS

Salah satu  mukjizat yang dimiliknya adalah mampu membelah lautan dengan tongkat. Tongkat itupun bisa berubah menjadi ular. Itu semua tejadi atas kehendak Allah.

  1. Nabi Harus AS

Nabi Harus adalah seorang nabi yang dikaruniai kemampuan bahasa yang sangat baik. Beliau membantu Nabi Musa melawan Raja Fir’aun untuk melindungi kaumnya.

  1. Nabi Dzulkifli AS

Nabi Zulkifli AS adalah salah satu utusan Allah yang sangat sabar serta dermawan. Beliau sangat tegar mengajak kaumnya tetap di jalan Allah.

  1. Nabi Daud AS

Mukjizat yang di dapatkan Nabi Daud adalah diberikannya kitab Zabur dan beliau memiliki suara yang begitu merdu.

  1. Nabi Sulaiman AS

Nabi sulaiman terkenal sebagai raja yang kaya raya. Beliau diberi mukjizat salah satunya adalah berbicara dengan binatang.

  1. Nabi Ilyas AS

Nabi Ilyas diutus Allah menghadapi kaum yang gemar menyembang patung. Lalu Allah memberikan zab berupa kekeringan yang panjang kepada kaumnya yang tidak berada di jalan Allah.

  1. Nabi Ilyasa AS

Nabi Ilyasa diberi mukjizat bisa menghidupkan orang mati atas kehendak Allah SWT.

  1. Nabi Yunus AS

Nabi Yunus terkenal karena meski ditelan ikan paus, beliau selamat. Itulah salah satu mukjizat Nabi Yunus.

  1. Nabi dzakaria AS

Nabi Dzakaria merupakan nabi yang memiliki sifat rendah hati dan selalu bersyukur kepada Allah SWT.

  1. Nabi Yahya AS

Nabi Yahya adalah putra dari nabi Dzakaria. Beliau merupakan nabi yang sangat berprinsip dalam menegakkan kebenaran.

  1. Nabi Isa AS

Nabi Isa dari lahir sudah bisa berbicara. Beliau mendapatkan mukjizat berupa kitab Injil.

  1. Nabi Muhammad SAW

Nabi Muhammad adalah nabi terakhir. Mukjizat terbesarnya adalah Al-quran. Al-quran digunakan sebagai pedoman hidup umat Islam. Dan masih banyak lagi yang Allah berikan kepada Nabi Muhammad SAW.

Demikian nama-nama Nabi dan Rasul Allah yang wajib kita ketahui dan kita iman. Sebagai umat muslim salah satu menjalankan perintah Allah adalah beriman kepada rasul Allah.

 

 

 

10 Perintah Allah SWT Dalam Al-Qur’an

Kitab Suci Al-Qur’an yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril digunakan sebagai pedoman hidup. Dalam Al-Qur’an berisikan larangan dan perintah Allah untuk kehidupan manusia di dunia dan di akhirat. Pada bacaan kali ini akan dibahas tentang 10 perintah-perintah Allah Dalam Al-Qur’an, diantaranya adalah sebagai berikut :

  1. Beriman kepada Allah SWT

Sebagai makhluk yang diciptakan oleh Allah SWT diwajibkan untuk selalu beriman kepada Allah SWT. Salah satunya dengan cara percaya dengan 6 hal yang disebutkan dalam rukun Iman. Diantaranya adalah iman kepada Allah SWT, malaikat Allah, kitab Allah, Nabi dan Rasul, hari kiamat serta iman kepada Qada dan Qadar. Banyak sekali ayat Al-Qur’an yang menyebutkan hal itu, salah satunya adalah pada surat Al-Baqarah ayat 163 yang artinya : “Dan Tuhan itu, Tuhan Yang Maha Esa. Tidak ada Tuhan selain Dia. Yang Maha Pemurah dan Maha Penyayang”.

  1. Mendirikan salat

Sebagai umat muslim wajib hukumnya untuk mengerjakan salat 5 waktu. Perintah salat dalam Al-Qur’an terdapat pada surat Al-Baqarah ayat 45 yang artinya : “Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan sholat. Dan (sholat) itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk”.

  1. Berbagi dan bersedekah

Untuk seorang muslim yang dikatagorikan mampu wajib untuk berbagi sebagian rizki kepada orang-orang yang membutuhkan. Seperti yang telah disebutkan pada surat Al-Baqarah ayat 3 yang artinya : “Adapun orang-orang yang beriman dengan yang ghaib dan mendirikan sembahyang dan menginfakkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka”.

  1. Mengimani Al-Qur-an dan kitab-kitabNya

Seseorang yang beriman akan percaya bahwa Allah telah menurunkan kitab-kitabnya kepada para utusannya yaitu Nabi dan Rasul.

surat An-Nisa ayat 136 yang artinya : “Hai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada Kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya, serta Kitab yang Allah turunkan sebelumnya”.

  1. Percaya akan adanya (kehidupan) di akhirat

Iman kepada hari akhir atau hari kiamat merupakan rukun iman yang kelima. Oleh karena itu umat muslim wajib percaya akan adanya kehidupan di akhirat yang selanjutnya manusia dimintai pertanggung jawaban selama hidupnya di Dunia.

Surat Al-Anbiya ayat 47 yang artinya : “Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawipun pasti Kami mendatangkan (pahala)nya. Dan cukuplah Kami sebagai pembuat perhitungan”.

  1. Bersyukur kepada Allah

sebagai makhluk Allah yang dijadikan khalifah di bumi, kita diwajibkan untuk senantiasa mengucap syukur kepada Sang Pencipta yaitu Allah SWT.

Surat Ibrahim ayat 7 yang artinya : “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.

  1. Meminta kepada Allah SWT

Setiap orang yang beriman hanya kepada Allah akan selalu meminta pertolongan kepada Tuhan yang Maha Esa yaitu Allah.

Surat Al-Fatihah ayat 5 yang artinya : “Hanya kepada Engkau-lah kami menyembah dan hanya Engkau-lah kami mohon pertolongan”.

  1. Memakan makanan halal

Perintah Allah selanjutnya adalah untuk selalu menjaga makanan yang dikonsumsi, yaitu memakan makanan halal, karena dengan mengikuti perintah Allah akan mendapat pengaruh positif bagi manusia dan baik untuk tubuh kita.

Surat Al-Baqarah ayat 168 yang artinya : “Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan; karena sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu”.

  1. Menepati Janjinya

Umat islam wajib memelihara amanat dan tidak merusak janji Allah. Seperti yang disebutkan dalam surat An-Nahl ayat 91 yang artinya : “Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah(mu) itu, sesudah meneguhkannya, sedang kamu telah menjadikan Allah sebagai saksimu (terhadap sumpah-sumpahmu itu). Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu perbuat”.

  1. Berpuasa

Surat Al-Baqarah ayat 183 yang artinya : “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”. Sebagai orang yang beriman kita diwajibkan berpuasa selama sebulan pada bulan ramadhan.

Demikian 10 perintah-perintah Allah yang terdapat dalam Al-Qur’an.Namun sebenernya tidak hanya 10 saja perintah Allah, tetapi banyak perintah lainnya yang bisa menjadikan kita senantiasa berada di jalan Allh SWT.

Tugas Malaikat Munkar dan Nakir

 

Malaikat merupakan makhluk Allah SWT yang sangat taat kepada-Nya. Salah satu malaikat Allah SWT yang wajib kita ketahui dan yakini adalah Malaikat Munkar dan Nakir. Malaikat Munkar dan Nakir bertugas memberikan pertanyaan selama hidupnya di alam kubur. Sebagai seorang muslim wajib hukumnya mengimani bahwa nanti di Alam Kubur ada beberapa pertanyaan dari dua malaikat Munkar dan Nakir. Manusia adalah makhluk Allah SWT yang terbuat dari suatu saripati tanah. Setelah meninggal setiap manusia akan kembali ke tempat asalnya, artinya setiap orang akan dikuburkan ke dalam tanah dan berada di alam yang akan menjadi penghubung antara dunia dan akhirat, yaitu Alam kubur atau alam Barzakh.

Setelah meninggal, setiap manusia akan bertemu dengan malaikat Munkar dan Nakir di alam kubur. malaikat Munkar dan Nakir akan memberikan pertanyaan-pertanyaan tentang ketuhanan, kenabian dan beberapa hal penting lainnya kepada setiap manusia yang sudah meninggal. Kedua malaikat tersebut akan menyakan beberapa pertanyaan, yaitu “ man rabbuka? (siapakah tuhan mu?)”, “ Man nabiyyuka? (siapakah nabimu ?)”, “Ma dinuka? (apa agama mu?)”, jawaban dari pertanyaan tersebut adalah Tuhanku adalah Allah SWT, nabiku adalah Muhammad SAW dan agamaku adalah Islam. Jika si mayit bisa menjawab tiga pertanyaan pokok malaikat Munkar dan Nakir maka diberikan keluasan dan keterangan di Alam Barzakh sampai hari Kebangkitan. Namun, jika si mayit tidak bisa menjawab pertanyaan mereka akan disiksa dalam kubur sampai hari Kebangkitan. Saat menjawab pertanyaan dari kedua malaikat tersebut tidak semudah yang kita bayangkan. Bahwasanya setiap ruh akan menjawab sesuai bekal amal ibadah dan keimanan selama hidupnya tidak menuruti ucapan ego si mayit. Selain itu setan-setan akan senantiasa mengganggu setiap ruh ketika akan menjawab pertanyaan. Ada pendapat mengatakan bahwa malaikat Munkar dan Nakir akan memberi pertanyaan menggunakan bahasa arab. Menurut hadist Rasulullah SAW yang menyebutkan “ cintailah Arab karena tiga hal, pertama karena aku orang arab, Al-Qur’an bahasa arab, dan penduduk surga menggunakan bahasa arab”. Sedangkan menurut Syekh M Nawawi Al-Bantani dalam Syarah Nuruz Zhalam ala Aqidatil Awam mengatakan bahwa kedua malaikat yang bertugas di alam kubur itu akan menggunakan bahasa yang digunakan sehari-hari oleh ahli kubur tersebut seketika hidup di alam dunia.

ويسألان كل إنسان بلغته ويقولان له من ربك وما دينك ومن نبيك وما قبلتك ومن إخوتك وما إمامك وما منهاجك وما عملك

artinya: “Keduanya (malaikat Munkar dan Nakir) bertanya kepada setiap ahli kubur dengan bahasa yang bersangkutan. Keduanya bertanya, “Siapa tuhanmu?, Apa agamamu?, Siapa nabimu?, Apa kiblatmu?, Siapa saudaramu?, Apa imammu?, Apa jalan hidupmu?, Apa amalmu?”.

Namun konon katanya Malaikat Munkar dan Nakir tidak hanya memberikan tiga pertanyaan diatas yang sudah disebutkan tadi. Tiga pertanyaan tersebut adalah pertanyaan pokok malaikat dalam pendapat lain mengatakan tiga pertanyaan tersebut diikuti dengan pertanyaan lainnya, yaitu “Ma kitabuka ?(apa kitab mu?)”, “Aina qiblatuka? (Dimana kiblat mu ?)”, “Man ikhwanuka ?(siapa saudara mu?)”. jawaban dari pertanyaan di atas adalah Al-Qur’an adalah kitabku, Ka’bah adalah kiblatku dan orang-orang mukmin adalah saudaraku. Pendapat mengatakan bahwa pertayaan tersebut adalah bocoran dari Nabi Muhammad SAW dalam salah satu hadistnya, walaupum Rasulullah SAW sudah membocorkan beberapa pertanyaan Malaikat Munkar dan Nakir tidak semua manusia bisa menjawabnya dengan mudah.

Hikmah beriman kepada kitab-kitab Allah SWT

 

Beriman kepada kitab-kitab Allah SWT merupakan rukun iman yang ketiga dari 6 hal dalam rukun Iman. Iman kepada kitab-kitab Allah artinya mempercayai dan meyakini bahwa Allah SWT telah menurunkan kitab-kitabNya kepada RasulNya yang berisi larangan, perintah, janji dan ancamanNya. Dalam Al-Qur’an sudah dijelaskan pada surat An Nisa ayat 136 yang artinya :

Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya”.

Kitab-kitab tersebut diturunkan sebagai pedoman hidup bagi manusia di dalam kehidupannya. Ada 4 kitab yang diturunkan oleh Allah yang pertama kitab Taurat kepada Nabi Musa as, kitab Zabur kepada Nabi Daud as, kitab Injil kepada Nabi Isa as, Dan yang terakhir kitab Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW. Al-Qur’an sendiri merupakan kitab suci bagi umat Islam sebagai pedoman hidup. Allah SWT menicptakan kitab-kitab dan menurunkannya kepada para RasulNya bukan tanpa sebab, adapun hikmah beriman kepada kitab-kitab Allah. Dibawah ini akan diulas beberapa hikmah yang terkandung didalamnya, diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Semakin memperkuat keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT yang telah menurunkan kitab-kitab kepada para rasul-Nya
  2. Memberikan petunjuk kepada manusia mana yang benar dan yang salah sehingga kehidupan manusia menjadi tertata dan teratur karena adanya larangan yang bersumber dari kitab suci.
  3. Sebagai pedoman hidup dalam menjalankan perintah dan manjauhi Larangan Allah SWT agar senantiasa selalu berada di jalan yang lurus (jalan yang Allah ridoi).
  4. Menumbuhkan sikap optimis dan semakin termotivasi untuk menjalan perintah Allah supaya mendapatkan kebahagiaan dan kesuksesan di dunia dan di akhirat nanti, karena Allah SWT menjajikan kebahagiaan berupa surga, bidadari, ketenangan jiwa dan lainnya kepada umat Islam yang beriman kepada kitab-kitab Allah SWT. seperti yang dijelaskan dalam Al-Qur’an pada surat Al-baqarah ayat 25 yang artinya “Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik,bahwa bagi mereka disediakan surga-surga”.
  5. Semakin bersemangat untuk menjauhi larangan-larangan Allah karena di dalam kitab-kitab Allah ada ancaman-ancaman berupa neraka, adzab, kesedihan dan lainnya.
  6. Di akhirat nanti akan mendapatkan (Syafa’at) pertolongan dari Allah SWT.
  7. Manusia dapat mengetahui betapa besarnya perhatian dan kasih sayang Allah SWT kepada para hamba dan makhlukNya.
  8. Selalu bersyukur atas segala anugerah dan nikmat Allah SWT, karena Allah SWT telah memberikan petunjuk yang benar melalui kitab-kitabnya.
  9. Dapat meningkatkan toleransi karena di dalam kitab-kitab Allah SWT memberikan penjelasan tentang toleransi, saling menghormati dan menghargai sesama manusia. Baik sesama muslim ataupun nonmuslim.
  10. Kita bisa mendapatkan informasi sejarah kehidupan orang-orang terdahulu. Dengan begitu hal itu bisa dijadikan pelajaran hidup bagi umat manusia selanjutnya.

Orang-orang yang beriman akan mengimani adanya kitab-kitab Allah. Terutama sebagai umat muslim akan senantiasa meyakini bahwa Al-Qur’an telah diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui malakaikat Jibril oleh Allah SWT. Salah satu contoh sikap dan perilaku kita sebagai umat musllim yang menceriminkan beriman kepada kitab Allah SWT dalam kehidupan sehari adalah selalu membaca Al-Qur’an (tadarus) setelah melaksanakan shalat wajib atau saat waktu luang.