Syarat Sah Hewan Qurban

Dalam menjalankan ibadah supaya menjadi sah maka ada beberapa syarat yang harus dikerjaan. Hal ini disebut syarat sah. Seperti halnya ketika Idul Adha, banyak umat muslim yang ingin melakukan qurban. Oleh karena itu sebelum membeli hewan yang akan dijadikan qurban sebaiknya kita syarat sah hewan qurban. Hewan tersebut bisa dijadikan qurban jika sudah terpenuhi syarat-syaratnya.

Berquran hukumnya tidak wajib melainkan sunah. Sunah merupakan suatu amal yang dianjurkan, jika tidak dikerjakan tidak apa-apa (tidak berdosa), jika dikerjakan akan mendapatkan pahala. Di dalam Al-Qur’an dijelaskan anjuran untuk melakukan kurban pada surat Al-Kautsar ayat 2 yang artinya : “Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah”.

Hukum berqurban adalah sunah muakad atau amat ditekankan karena keutamaannya yang agung dalam Islam. Tujuan berqurban adalah untuk menggembirakan fakir miskin pada hari Raya Idul Adha. Seperti yang dijelaskan dalam Al-Qur’an surat Al-Hajj ayat 22-28 yang artinya : “Supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezeki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebahagian daripadanya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir”.

Oleh karena itu, tidak semua hewan dapat dijadikan kurban. Apa saja syarat-syarat sah hewan yang bisa dijadikan kurban? Yuk, simak ulasan dibawah ini yang akan menjelaskan syarat-syarat sah hewan kurban diantaranya adalah sebagai berikut :

  1. Hewan ternak

Syarat hewan kurban adalah harus jenis hewan ternak. Hewan ternak yang diperbolehkan diantaranya adalah unta, sapi, dan kambing. Contoh hewan yang tidak bisa dikurbankan adalah unggas (ayam, bebek dan burung). Walaupun halal dalam Islam tapi unggas bukan termasuk hewan ternak. Hal ini dijelaskan dalam Al-Qur’an surat al Hajj ayat 34 yang artinya : “Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap bahimatul an’am (binatang ternak) yang telah direzekikan Allah kepada mereka”.

  1. Usia hewan

Syarat kedua adalah usia hewan yang akan dijadikan kurban. Ada kriteria usia hewan yang harus diperhatikan, diantaranya sebagai berikut :

  • Unta minimal berumur lima tahun masuk tahun keenam
  • Sapi atau kerbau minimal berumur dua tahun masuk tahun ketiga
  • Kambing jenis domba atau biri-biri berumur satu tahun
  • Kambing jenis domba berumur enam bulan
  • Kambing biasa minimal satu tahun masuk tahun kedua

Maka jika syarat sah usia hewan tidak diperhatikan, jika tidak mecapai batas minimal maka ibadah kurbannya tidak sah.

  1. Hewan dalam kondisi sehat dan tidak cacat

Beberapa kriteria hewan yang tidak sehat dan cacat adalah sebagai berikut:

  • Hewan yang matanya tidak buta
  • Hewan yang sakit
  • Hewan yang kakinya pincang
  • Hewan yang badannya kurus
  • Hewan yang putus telinga dan ekornya

Hewan dengan kondisi yang disebutkan di atas tidak sah untuk dijadikan hewan kurban. Namun, hewan yang pecah tanduknya masih bisa dikatakan sah.

  1. Bukan milik orang lain

Hewan kurban yang tidak sah adalah hewan yang diperoleh dengan cara tidak halal. Misalnya hasil mengambil milik orang lain dan hasil mencuri. Adapun hewan warisan juga tidak sah hukumnya.

  1. Waktu penyembelihan

Adapun waktu penyembelihannya juga harus diperhatikan. Waktu yang tepat untuk menyembelih hewan kurban adalah dimulai setelah matahari setinggi tomban atau setelah salat Idul Adha 10 Dzulhijjah sampai matahari terbenam pada 13 Dzulhijjah.

Demikian pembahasan syarat-syarat sah hewan yang bisa dijadikan hewan kurban. Sebagai seorang muslim yang beriman ketika menjalakan ibadah kurban harus memperhatikan kriteria-kriteria hewan terebut supaya ibadah kita dapat diterima dan dianggap sah.