Penciptaan Manusia menurut AL-Qur’an

 

Kitab Suci Al-Qur’an diturunkan oleh kepada Nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril.  Al-qur’an dijadikan sebagai pedoman hidup bagi umat Islam. Karena isi kandungan dalam Al-quran adalah tentang aqidah, ibadah, akhlak, hukum, sejarah dan dorongan untuk berfikir. Bukan hanya berisikan tentang perintah dan larangan Allah, hal lain yang dibicarakan dalam Al-qur’an adalah manusia dan rahasia kehiudpannya. Misalnya jiwa manusia, sifat-sifatnya, kondisi-kondisinya, dan penjelasan berbagai metode pensuciannya dan lainnya. Dibawah ini yang akan dibahas tentang hal yang berkaitan dengan manusia yaitu hal penciptaan manusia. Ada beberapa tahapan tentang penciptaan manusia, diantaranya adalah sebagai berikut :

Tahapan pertama adalah manusia diciptakan oleh Allah SWT dari saripati tanah. Manusia diciptakan secara khusus dan dijelaskan dalam Al-Qur’an dibeberapa ayat antara lain

Surat As-Saffat ayat 11 yang artinya : “Maka tanyakanlah kepada mereka (musyrik Mekah),”Apakah penciptaan mereka yang lebih sulit ataukah apa telah Kapi ciptakan itu?” Sesungguhnya Kami telah menciptakan mereka dari tanah liat”.

Surat Sad ayat 71 yang artinya : “(ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat, “Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari Tanah

Surat Al-Hijr ayat 26 yang artinya : “Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering, dan lumpur hitam yang diberi bentuk”.

Dalam ayat-ayat tersebut menjelaskan bahwa Allah menciptakan manusia dari bahan dasar tanah yang dibentuk sedemikian rupa dan manusia pertama yang Allah ciptakan adalah Nabi Adam AS.

Tahap kedua yaitu  tahapan biologis, proses secara biologi membedakan hakikat manusia menurut Islam. proses tersebut pertama adalah Nuthfah (air mani).   Seperti yang terdapat dalam Al-Qur’an surat AL-Qiyamah ayat 36-37 yang artinya : “Apakah manusia mengira, dia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggung jawaban)? . bukankah dia mulanya hanya setetes mani yang ditumpahkan (ke dalam rahim)”.

Dalam surat tersebut menjelaskan bahwa penciptaan manusia berawal dari pancaran air mani atau sprema yang berasal dari alat kelamin pria dan mengandung sekitar dua ratus juta benih manusia,  namun hanya satu yang berhasil bertemu dengan ovum wanita dan menjadi manusia.

Dari Nuthfah selanjutnya menjadi Alaqah (Segumpal darah). Alaqah berasan dari kata alaqa yang aritnya sesuatu yang membeku dan diartikan sebagi sesuatu yang bergantung di dinding rahim. seperti yang terkandung dalam Al-Qur’an surat Al-Alaq ayat 2 yang artinya “Dia telah menciptakan manudia deri segumpal darah”. Setelah proses yang panjang selama 40 hari, maka terjadilah gumpalan darah di rahim seorang ibu.

Ketiga Mudghah (segumpal daging). seperti yang dijelaskan dalam Al-qur’an surat Al- Mu’minun ayat 14 yang artinya : “Kemudian, air mani itu Kami jadikan sesuatu yang melekat, lalu sesuatu yang melekat itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu kami bungkus dengan daging. kemudian kami menjadikannya makhluk yang (benbentuk) lain. Maha suci Allah, Pencipta yang paling baik  ”. menurut ilmu biologi ketika sperma pria masuk ke dalam sel telur intisari bayi akan lahir terbentuk. Sel tunggal atau Zigot akan berkembang biak dan membelah diri sehingga menjadi segumpal daging.

Dari Mudghah kemudian Idzam (tulang dan kerangka) lalu Kisa AL-idzam bil-lahm (penutup tulang dengan daging atau otot). Pada fase ini embrio berkembang dari segumpal daging hingga berbalut tulang. Menurut para ahli tulang dan otot terbentuk secara bersamaan.

Terakhir adalah Insya (mewujudkan makhluk lain). Maksudnya manusia diciptakan Allah dengan sempurna daripada mahkluk Allah lainnya. Demikian proses penciptaan manusia menurut Al-Qur’an, manusia diberi akal oleh Allah supaya kita senantiasa menyembah kepadaNya.Menjalankan perintah dan menjauhi laranganNya.