Peluang Usaha Makanan Halal Yang Menjanjikan 2020

Industri makanan halal Indonesia

Sebagai payung hukum produk halal di Indonesia, UU No. 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (UU JPH) belum dirasakan pengaruhnya secara vital terhadap perkembangan dan percepatan industri halal. Hal ini dipengaruhi industri halal, lebih-lebih industri makanan dan minuman halal, masih terhambat dengan lebih dari satu aspek.

Padahal Indonesia tidak cuma berpotensi sebagai pangsa pasar konsumsi makanan halal terbesar, namun juga menjadi produsen makanan halal terbesar dengan kekayaan sumber daya alam yang dimilikinya. Namun kesempatan selanjutnya belum dimanfaatkan secara maksimal.

Salah satunya adalah permintaan dan pasar. Jumlah umat muslim Indonesia dan dunia tetap meningkat berasal dari waktu ke waktu. Masterplan Ekonomi Syariah Republik Indonesia 2019-2024 mencatat, perkembangan penduduk kelas menengah meningkat 7-8% per tahun, supaya daya beli pun meningkat. Ini merupakan target pasar yang sangat besar, lebih-lebih bagi Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Lebih berasal dari itu, kesadaran penduduk untuk konsumsi makanan halal pun turut meningkat.

Sayang, hingga saat ini akses pelaku usaha di Indonesia, lebih-lebih UMKM, ke pasar internasional masih kecil. Berkaitan dengan ini, LPPOM MUI sudah raih standar UAE 2055:2-2016 berasal dari Emirates Emirate Authority for Standardization and Metrology (ESMA) supaya sertifikat halal MUI bisa diterima oleh negara-negara Uni Emirat Arab. Hal lain yang juga dibutuhkan dalam perihal ini adalah memperbanyak riset tentang pergerakan pasar, segmentasi dan selera pasar.

Aspek lainnya yaitu teknologi dan informasi. Meski keduanya sedang berkembang pesat belakangan ini, namun tidak diiringi dengan pemakaian teknologi yang optimal. Karena itu, pelaku usaha wajib diberikan edukasi tentang pemakaian e-commerce dan sarana secara optimal. Kerjasama dengan sektor lain juga dibutuhkan untuk mengangkat co-branding, lebih-lebih dengan sektor pariwisata halal serta sarana dan rekreasi.

Dalam perihal teknologi dan informasi, LPPOM MUI sudah manfaatkan Sertifikasi Halal Online Cerol-SS23000 yang kini sudah terbarukan menjadi Cerol v3.0. Menurut Wakil Direktur LPPOM MUI, Ir. Sumunar Jati, pengembangan ini sebagai jawaban tantangan masa industri 4.0 ini, di mana aplikasi ini diinginkan bisa lebih menaikkan efektivitas dan efisiensi kerja.

“Pada Sertifikasi Halal Online, Cerol-SS23000 v3.0 ini terdapat banyak keunggulan, di antaranya penampilan yang lebih ramah pengguna dan tingkat keamanan yang ditingkatkan. Pada aplikasi ini juga, lebih enteng dan cepat serta fitur-fitur baru yang lebih memudahkan pengguna,” lanjut Sumunar Jati.

Baca Juga : Bubur Asyura Hidangan Wajib Saat Bulan Suro di Indonesia

Terkait pembiayaan, sebenarnya di Indonesia sekarang ini sudah miliki banyak platform alternatif pembiayaan dan skema pembiayaan yang ramah IKM (KUR, LPEI, Ventura). Peluang kolaborasi dengan instansi perbankan dan keuangan syariah juga terbuka lebar. Sayangnya, banyak di pada instansi pembiayaan masih membutuhkan jaminan yang kredible, seperti: ijazah, sertifikat, dan lebih-lebih business plan, yang kebanyakan belum bisa dipenuhi oleh para pelaku usaha.

Yang juga tak kalah perlu dalam mensukseskan industri makanan dan minuman adalah riset dan penelitian. Perlunya memperat kerjasama riset dengan badan penelitian pangan, universitas, dan perusahaan untuk memperbanyak riset tentang uji bahan pangan halal  pengolahan makanan.

Hingga pas ini, Indonesia masih menjadi target pasar produk halal berasal dari luar negeri. Perkembangan industri halal Indonesia dinilai stagnan. Namun, misalnya Indonesia bisa mengoptimalkan kesempatan dan menjawab tantangan yang ada, maka besar kemungkinan Indonesia menjadi pusat industri halal di dunia. (YN)