3 Teori Sejarah Masuknya Islam Di Indonesia

peta sejarah perkembangan islam di indonesia

Islam adalah agama dengan jumlah penganutnya paling tinggi di Indonesia. Pertama kali agama Islam lahir yaitu di Mekkah, Arab Saudi. Proses agama Islam masuk ke Indonesia melalui proses yang panjang. Namun Negara Indonesia tidak berasaskan Islam seperti negara Arab Saudi. Teori menyebutkan Islam masuk melalui pertama kali melalui jalur perdagangan oleh para pedagang arab. Selain itu, jalur  lainnya yang dilalui adalah jalur perkawinan, pendidikan dan seni budaya. Ada 3 teori tentang masuknya Islam ke Indonesia. Dibawah ini akan membahas masing-masing 3 teori tersebut, diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Teori Gujarat

Teori yang pertama adalah masuknya Islam ke Indonesia adalah dari Gujarat, India. Diperkenalkan pertama kali oleh sarjana belanda yaitu bernama J. Pijnanpel dari Universitas Leiden pada abad ke-19. Gujarat terletak di daerah India bagian barat dan berdekatan dengan Laut Arab. Menurut Teori orang islam dari Arab melakukan perjalanan dan mengajarkan agama Islam ke Gujarat India. Kemudian orang-orang Gujarat ini mengajarkannya ke masyarakat Indonesia. Karena hubungan dagang orang Gujarat dan orang Indonesia menjadikan Islam lebih mudah masuk dan menyebar ke Indonesia, yang berawal dari para pedagang.

Lalu, di tahun 1912 teori ini dikembangkan oleh J.P Moquetta. Beliau memberikan pendapat dengan batu nisan Sultan Malik Al-Saleh yang meninggal Dunia di Aceh pada tanggal 1297 Masehi. Batu Nisan yang  mirip juga ditemukan di Semenanjung Malaya, dan Gresik

  1. Teori Mekkah

Teori kedua masuknya Islam di Indonesia adalah teori Mekkah. Diperkenalkan pertama kali oleh seorang ulama dan juga sastrawan Indonesia yang bernama Haji Abdul Karim Amrullah, yang biasa disebut dengan Buya Hamka. Beliau mengungkapkan bahwa masuknya Islam ke Indonesia pertama kali dibawa oleh orang Arab sekitar abad ke-7 Masehi. Menurut beliau Islam dibawa oleh kaum musafir dan kaum sufi. Teori yang dikemukakan oleh Buya Hamka yaitu teori Mekkah dijadikan penyangkal teori sebelumya yaitu teori Gujarat. Dengan menuliskan buku yang berjudul Membongkar Kejumudan: Menjawab Tuduhan-tuduhan Salafi Wahhabi. Buya Hamka berpendapat bahwa Gujarat hanya sebagai tempat singgah sementara para pedagang Arab sebelum akhirnya ke Indonesia.

Baca Juga : Sejarah Kitab Allah Dan Rasul

  1. Teori Persia

Teori ketiga masuknya islam di Indoneisa adalah teori Persia. Diperkenalkan pertama kali oleh sejarawan asal Banten yang bernama P.A. Hosein Djajadiningrat. Menurut beliau masuknya Islam ke Indoneisa berasal dari daerah Persia atau Parsi atau yang biasa kenal sekarang yaitu Negara Iran. Islam dibawa masuk ke Indonesia oleh orang-orang Persia sekitar abad ke-13 Masehi. Dalam teori ini pendapat mengatakan terdapat kesamaan budaya dan tradisi yang berkembang antara masyarakat Indonesia dengan Persia. Beberapa tradisi yang disebutkan adalah perayaan 10 Muharram atau 1 Suro. Lalu kesamaan lainnya adalah ajaran Sufi, kesamaan seni kaligrafi pada batu nisan makam Islam.

Dari uraian di atas bisa diliat perbedaan dan persamaan antara ketiganya. Antara teori Gujarat dan Persia memiliki kesamaan pandangan yang berasal dari Gujarat. Dan perbedaannya Teori Gujarat melihat adanya kesamaan antara ajaran Islam  dengan ajaran mistik di India, Sedangkan teori Persia melihat adanya kesamaan ajaran Sufi antara Indonesia dan Persia. Gujarat dipandang sebagai daerah yang dipengaruhi oleh Persia yang menjadi tempat singgah ajaran Syi’ah ke Indonesia, hal ini sependapat dengan teori Mekkah. Namun, Mekkah menganggap Gujarat hanya sebagai tempat singgah perdagangan antara Indonesia dan Timur Tengah, sedangkan ajaran Islamnya berasal dari Mekkah. Demikian 3 teori masuknya Islam ke Indonesia, meskipun berbeda, namun persamaan pandangan Agama Islam dikembangkan melalui jalan damai.